Sejuta Cerita di Bandung Kota

Standard

Dia bukan hanya sebuah kota.

Dia menyimpan banyak cerita

Cerita tentang cita, cinta, mimpi dan harapan.

Tentang masa lalu, hari ini, dan masa yang akan datang.

Pertama berjumpa, mungkin benci yang kau rasa.

Penat. Penuh. Sesak. Makanan tak sesuai lidah timur maupun barat.

tenang kawan itu hanya sesaat.

Bandung

Bandung

semakin kau mengenalnya, berjalan bersamanya, kalian akan saling menerima, saling mengerti.

Kau tahu?  Dia menjadi tempat orang-orang hebat itu lahir dan berjuang.

Satu hal yang lagi-lagi yang tidak kau sadari mungkin kau satu dari mereka.

Tenang kawan, suatu saat kau merasakan.

Saat pergi menjauh kau akan merasakan, ada ruang yang hilang yang tidak kau temukan dimanapun, karena Dia tak kan pernah bisa kau tinggalkan. Bukan tempatnya, bukan makanannya, bukan.

Tapi kenangan yang membersamainya.
Percayakah kau, kawan?

Kuharap kau percaya, tak harus hari ini, esok atau lusa. Mungkin.

Selamat ke 204 tahun,

Bandungku.

Sebuah Kisah

Standard

Teman ini sebuah kisah. tentang cinta, harapan, dan impian.Tentang bagaimana kau terus melangkah meski badai menerpa.

Kehidupan mengajarkanku, tugas kita -manusia- hanyalah berusaha, dan biarkan Dia yang menentukan hasilnya, tugas kita sungguh hanya berusaha.

Kehidupan juga mengajarkanku, tak semua yang kau inginkan pantas kau dapatkan. Karena Dia jauh lebih Tahu yang terbaik bagimu

Teman ini sebuah kisah, tentang penantian. Penantian apapun itu yang kau impikan. Atau mungkin penantian untuk seseorang yang akan benar-benar mencintaimu, percaya padamu, dan mau membimbingmu. tak perlu ‘mau menerimamu apa adanya’, yang terpenting mau menemanimu dan menantimu menjadi apa yang Dia dan dia harapkan..

Teman, ini sebuah kisah…Tentang kesetiaan…

Kesetiaan akan kehidupan..  🙂

Rindu

Standard

Bagiku ada satu rindu yang sangat sulit terobati jika tak bertemu,

Rindu kembali kepangkuanmu, merasakan hangatnya pelukanmu.

Rindu bercerita, mendengarkan nasihat bijakmu.

dan teramat sederhana

Rinduku hanya ingin bertemu denganmu, Ibu.

 

Re-Think

Standard

Setiap orang mungkin pernah merasa kosong, hampa, kehilangan definisi tentang dirinya, merasa tidak yakin dengan apa yang dijalankan, kering, nyaris kehilangan semangat.. Pernah? merasa apa yang dijalankan sudah tidak seperti dulu lagi, Dulu… penuh semangat, indah, diwarnai mimpi, harapan, dan kebahagiaan. meskipun saat itu terjatuh karena yakin dengan apa yang dijalani semua menjadi terasa ringan.  sound familiar? may be that we used to be. 

Ada kalanya senang, ada kalanya sedih, ada kalanya mudah, ada kalanya susah, ada kalanya tertawa, ada kalanya menangis.. begitu seterusnya… hampir semua orang tahu tentang teori ini, namun sedikit yang bisa memahami dan menjalankannya. termasuk saya. saat senang terkadang lupa bersyukur,

Saat sedih.. kita tahu itu ujian dan harus bersabar tapi malah berlarut dalam kesedihan, berpikiran negatif, tidak mau bangkit dan seterusnya, dan seterusnya.. 

mungkin saat itulah kita harus berpikir kembali tentang apa yang kita jalani, bisa jadi apa yang kita jalani sekarang adalah apa yang kita inginkan dahulu. Tapi ketika Allah mengabulkan tanpa sadar kita mengeluh dan mengeluh.. Astaghfirullah. bukankah yang harus dilakukan adalah bersyukur? dengan melakukan hal terbaik dalam menunaikan amanah yang telah diberikan? bukankah yang seharusnya dilakukan berjuang?membuat Allah tersenyum, karena melihat hambaNya berjuang dengan amanah yang telah dititipkan. 

Karena apa yang sedang kita jalani sekarang adalah dampak dari apa yang dulu telah kita lakukan, dan apa yang kita jalani sekarang, selama itu di dalam kebaikan, Insya Allah disanalah keridhaan Allah hadir, agar amanah dijalankan..

Image

Ya Allah beri kami kekuatan, agar kami mampu menyelesaikan amanah yang Engkau titipkan

Bantu kami sadar untuk melakukan yang terbaik atas amanah yang telah Engkau berikan

mampukan kami, temani kami, dalam setiap langkah, kehidupan… Amin

 

#NTmS

 

Dimanakah Allah?

Standard

ImageSekedar ingin berbagi ilmu yang saya dapatkan malam Jumat kemarin, seperti biasa masjid dekat tempat tinggal saya, Masjid Daarut Tauhiid, melaksanakan kajian Ma’rifatullah. Ada yang nampak berbeda dari kajian malam ini, rupanya masjid Kami kedatangan tamu seorang Syeikh dari Suriah. Tentunya ada penerjemah bahasa Arab dan Indonesia agar kami paham apa yang disampaikan oleh Beliau. 🙂

Syeikh mengawali dengan menyampaikan betapa beruntungnya para jamaah disini memiliki Ulama seperti Kiai kami. Seorang ulama yang dekat dengan Allah (doa kami untuk beliau).Syeikh berpesan untuk mencintai para guru-guru, mereka yang menjadi jalan bagi kita menuju kebaikan, mengenal Islam lebih dalam sehingga kita dapat merasakan  nikmat iman dan islam hingga saat ini.

Syeikh memulai ceramahnya dengan berkata, “Wahai pemuda ketahuilah, sebaik-baiknya iman adalah Maraqabatullah, yaitu orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah”. Syeikh melanjutkan, “Jika kalian sedang berjalan kaki bersama guru kalian, kemudian di depan kalian lewat seorang wanita cantik, Apakah kamu akan melihatnya?”, jamaah pun menjawab, “tidak”. “Kemudian jika kalian berjalan bersama Rasulullah, dan depan kalian lewat seorang wanita cantik, apakah kalian akan melihatnya?” Dengan tegas jamaah menjawab,”tidak”. Syeikh melanjutkan, “Lalu ketika kalian berjalan sendiri, dan di depan kalian lewatlah seorang wanita cantik, apakah kalian akan melihatnya? Sedangkan Allah bersama kalian?”.  Jamaah pun terdiam..  Begitupun dengan saya meskipun perumpamaan yang beliau gunakan ditujukan untuk kaum Adam tetapi saya menjadi berpikir, betapa sering saya melupakan keberadaan Allah 😦 Astaghfirullah.. Sering kita melupakan bahwa Allah selalu bersama kita. Saat kita berjalan, duduk, tidur, senang, sedih, marah, Allah selalu bersama kita. Saat saya menulis ini pun Allah sedang bersama saya. Semoga apa yang saya tulisakan membawa manfaat bagi yang membaca.

Semoga Allah jadikan kita sebagai hamba-hamba yang selalu ingin dekat kepadaNya,selalu merasa dibersamai olehNya.. Amin yaa Rabbal’alamin.

Allahu’alambishowab

 

Kalau Bapak jadi Presiden

Standard

Pagi tadi saat sarapan, seperti biasa aku sama bapak nonton berita di TV. kali ini mengenai kebijakan yang dilakukan Menpora kita. Aku lupa tentang apa, aku lebih tertarik mengomentari sisi lain. Ini dia..

Aku: Pak, emang Roy Suryo mampu ya jadi menpora?

Bapak : kan ga harus bisa olahraga, yang penting manajemennya.

Aku: Iya tapi  ga nyambung banget. Kenapa sih yang dipilih Roy Suryo?

Bapak: ya bapak gak tau, kalo bapak presidennya bapak ga akan milih Roy Suryo.

Aku  : :3 @#$%^&*^%$#